Saturday, April 18, 2009

Hari Kartini

trouble maker by pratiwi hape at Saturday, April 18, 2009 0 omelan Links to this post

Banner Postingan Hari Kartini

Tanggal 21 April dikenal sebagai Hari Kartini. Tanggal ini diperingati untuk mengingat jasa seorang Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini yang lahir di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879 yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan wanita pribumi. Disinilah Kartini mengangkat derajat para wanita. Menyetarakan gender antara pria dan wanita. Emansipasi wanita pun diperjuangkan. Bahwasannnya tidak hanya para pria yang mampu melakukan ini itu, tetapi wanita pun mampu menyamakan kodratnya. Beliau juga dikenal melalui bukunya yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang yang merupakan surat-surat beliau kepada sahabatnya yang berkebangsaan Belanda yang dibukukan.

Pernakah kalian mendengar di Jakarta sana supir busway sudah ada yang wanita, bahkan kendaraan alat berat pun telah dipegang oleh wanita. Tak jarang sekarang wanita yang bisa nyetir mobil dan bla bla bla yang saya tidak bisa sebutkan. Tugas wanita yang dulu dikenal sebagai 3M atau Masak Macak Manak atau yang lebih dikenal seabagai kodrat perempuan kini tidak berlaku lagi di era globalisasi yang menuntut kemajuan jaman ini. Sekarang lebih dianggap sebagai pengekangan terhadap kehidupan wanita, karena di sini wanita tidak bisa bergerak bebas, luang lingkupnya dibatasi.

Sebenernya emansipasi wanita yang disuarakan sama R.A Kartini itu sebenernya lebih menekankan pada tuntutan agar perempuan saat itu memperoleh pendidikan yang memadai, menaikkan derajat perempuan yang kurang dihargai pada masyarakat Jawa waktu itu, dan kebebasan berpendapat dan mengeluarkan pendapat dan pikiran. Tapi menurut pengamatan saya emansipasi wanita sekarang sudah keblabasan. Ada yang mengejar karirnya setinggi langit sehingga mereka lupa apa tugas wanita sebenernya.

Tetapi... Yah, para wanita hendaknya lebih bangga karena sampai saat ini belum ditemukan hari kartono. Iya, kan?! Tapi apa benar, emansipasi wanita sudah mencapai tahap titik balik dan mulai memberlakukan diskriminasi pria? Ada yang bisa menjelaskan?.




selengkapnya...

Thursday, April 9, 2009

nyontreng, yuk... . .

trouble maker by pratiwi hape at Thursday, April 09, 2009 1 omelan Links to this post

Pagi ini sedikit berbeda dari biasanya. Sebenernya bukan hal yang terlalu penting sih, tapi ini kali pertama saya diakui sebagai warga negara Indonesia. Kenapa bisa begitu, ya, karena tahun ini saya sudah boleh nyoblos atau bahasa yang lagi agak nge-trend sekarang nyontreng. Lha wong umur saya sudah sweet seventeen. Tapi pagi ini diawali dengan bangun pagi seperti biasanya, tapi agak telat sholat shubuh. Maklum hari ini saya ada di Paiton, tadi malam baru saja sampai dari Surabaya. Jalanan ramai, banyak orang yang mudik mendadak di hari pencontrengan ini. Ya, mungkin karena di hari pemilihan umum ini bertepatan dengan tanggal merah plus Sabtu plus Minggu yang oleh sebagian besar orang dipakai untuk bersenang-senang dengan keluarga masing-masing.

Tepatnya di TPS 07 yang berada di perumahan tempat saya tinggal, sekitar jam 8 pagi saya, mama, dan papa pergi ke TPS. Di sana sudah banyak para calon pemilih, tapi terlihat bingung. Sempat saya mendengar celetukan, "Bingung, Nya, mau milih apa. Lha wong nggak ada yang kenal sama sekali.". Saya tertawa dalam hati. Pasalnya saya juga mengalami hal yang sama. Nggak mau berlama-lama di bilik suara. Sekitar satu menit saya sudah keluar dan mencelupkan tangan saya ke dalam tinta yang katanya sih bakalan tahan sampai 4 hari. Entahlah.

Yah, saya sih berharap pesta demokrasi 5 menit untuk 5 tahun ini bakalan mendapatkan hasil yang sip gitu. Semoga kita dapat pemimpin yang adil, bijaksana, baik hati, suka menolong, suka menabung, dan tentu saja semoga para calon pemimpin kita itu bukan siluman tikus.


Photobucket







selengkapnya...

Thursday, April 2, 2009

an accident

trouble maker by pratiwi hape at Thursday, April 02, 2009 5 omelan Links to this post

Sore ini aku agak sedikit menyesal, pasalnya Pak Dibyo yang biasa temen-temen sekelas mad scientist panggil Syekh Puji yang notabene guru olahraga kami tidak kami temukan di area sekolah alias kagak masuk cing. Saya dan beberapa ekor teman saya merasa menyesal karena hari ini tak bisa berpuasa. Habisnya beberapa bulan yang lalu beliau (Pak Dibyo.red) mengatakan bahwa kamis ini kami akan penilaian lari mengelilingi sekolah lima kali, yah meski pun saya tau nggak mungkin lima kali tetep aja, nggak mungkin donk saya puasa. Bukannya apa-apa, saya harus jaga kondisi kesehatan badan, soalnya unas udah di depan mata brur.

Seperti pelajar pada umumnya, kalo lagi nggak ada guru pasti deh nganggur. Nah kesempatan itu dipergunakan oleh para anggota mad scientist (masyarakat ipa papad.red) dengan melakukan kesibukan sendiri-sendiri. Ada yang sedang asyik belajar, terlihat juga beberapa anak cowok sedang asyik memperebutkan satu bola jelek yang ternyata bawa sial di lapangan yang lagi licin, maklum hujan sedang mengguyur kota pahlawan sore ini sejak siang tadi. Yang lain ada yang nongkrong di kantin, saya dan beberapa teman yang lain juga sedang sibuk nggosip ini itu.

Nah, cerita an accident yang tak diduga-duga ini berawal waktu saya sudah boring dan pengen cepet-cepet pulang. Dua orang temen saya, Mbeng (Bias.red) dan Galih tiba-tiba masuk ke dalam kelas sambil berkata, "Ilham jatuh". Entah mungkin rasa solidaritas yang tinggi di antara kami. Semua yang ada di situ langsung beranjak dari tempatnya masing-masing dan mulai menginterogasi kedua bocah tadi. Ternyata salah satu temen kami yang konyol abis terkena musibah saat maen sepak bola tadi. Ilham jatuh tersungkur terpeleset oleh paving yang licin karena hujan. Itu kenapa saya tadi bilang bola jelek yang bawa sial.

Kami pun berbondong-bondong menuju ruang UKS, ternyata petugas UKS bilang Ilham udah di bawa ke klinik sama mas-masnya alias temen-temen mad scientist yang cowok. Mereka emang temen yang baik. Secepat kilat kami pun memutuskan untuk menuju ke klinik dr. eko di manukan. Di sana saya lihat Ilham tengah berbaring kesakitan karena dagunya harus dijahit oleh si dokter. Di situ juga ada Ardi yang kelihatan bingung sekali. Dalam beberapa detik ruang tunggu dr.eko telah dipenuhi anggota mad scientist. Mereka emang temen-temen yang baek dan sangat peduli. Tapi yang kami sesalkan kenapa hanya seorang guru yang menjenguk?

Kasihan Ilham, padahal mau UNAS tiba-tiba jatuh sampai harus dijahit. Cepet sembuh ya Ilham. Dan semoga tak ada accident-accident lain Ya Allah. Rengkuh kami Ya Rabb, Lindungi kami Ya Rabb.
selengkapnya...

 

ExtraOrdinary Life Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Emocutez